Budidaya Ikan Kerapu

Potensi sumber daya ikan di
laut nusantara begitu
melimpah. Tak heran jika
komoditas ikan tangkap kini
menjadi primadona
perdagangan ekspor lokal
maupun internasional.
Berbagai komoditas ikan laut
tangkap seperti kerapu,
lobster, baronang, serta ikan
napoleon, harganya cukup
tinggi di pasaran.
Usaha pembesaran ikan kerapu
merupakan usaha perikannan
laut yang layak dikembangkan.
Kini usaha ini banyak diminati
oleh sejumlah nelayan di
kawasan Pesisir Selatan
propinsi Banten. Salah satunya
adalah Haji Pongke Nelayan
tradisional di kawasan
Cipanon, Panimbang, Tanjung
Lesung, propinsi Banten.
Perjalanan meniju kawasan
Tanjung Lesung, dapat di
tempuh, dari Kota Pandeglang
Banten, sekitar dua jam.
Susana pantai yang indah serta
panorama pesawahan yang
hijau, akan kita saksikan ketika
melalui perjalanan ke kawasan
ini. Berbagai jenis ikan kerapu
di kembangkan di kawasan ini.
Sebut saja kerapu lumpur,
kerapu, macan maupun kerapu
tikus.
Harganya cukup beragam.
Untuk kerapu tikus yang kini
jadi komoditas unggulan
harganya di pasaran bisa
mencapai empat ratus ribu
rupiah, perkilo gramnya. Untuk
penampungan ikan laut ini bisa
di lakukan di dalam bak
penampungan yang di beri
aerator, atau dalam jaring
penampungan sementara yang
berada di tepi pantai.
Ikan kerapu adalah ikan karang
yang kerap hidup di laut. Ikan
ini terkenal kelezatanannya
dan rasanya sangat nikmat.
Ikan kerapu di jual hidup. Maka
untuk memeliharanya tetap
segar, ikan kerapu dibesarkan
lagi dalam jarring
– jaring
teraupung ini.
Tidak hanya ikan kerapu yang
bisa di besarkan di jaring
apung ini. Berbagai ikan laut
lain, seperti ikan lodi, maupun
ikan pari ada di sini. Seperti
ikan lodi ini. Ikan ini nampak
begitu besar dan di pasaran
harganya pun cukup mahal
antara seratus hingga dua
ratus ribu rupiah tiap kilo
gramnya.
Berbagai macam ikan pari juga
ada di sini. Yaitu seperti ikan
pari macan dan ikan pari
kelapa. Perawatan pembesaran
ikan ini cukup sederhana. Tiap
hari ikan
– ikan tersebut di beri
pakan ikan ikan kecil atau juga
ikan ruca minimal satu kali
sehari.
Berusaha dipembesaran ikan
ini cukup menjanjikan.
Berbekal ketekunan dan
kesabaran. Untungnya bisa
berlipat hingga tiga ratus
persen. Ikan dari petani
pengumpul harganya cukup
murah. Berkisar anatara dua
puluh hingga tiga puluh ribu
tiap kilo gramnya.
Dibesarkan selama enam,
hingga delapan bulan. Maka
harganya cukup tinggi jadi
mencapai seratus hingga dua
ratus ribu rupiah tiap kilo
gramnya. Namun tetap saja
terdapat kendala usaha.
Kendalanya jika musim tak
bersahabat. Resiko kematian
mencapai 10 hingga 20 persen.


Old school Easter eggs.